The Journey To Like Myself (Part 1)

Diposting oleh: Wijaya Saputra | Kamis, 25 Agustus 2011, 22:47:00 WIB
Dibaca:602Komentar:0
Label:
Share with:
Selalu berpikir kekurangan sendiri
Selalu berpikir kekurangan sendiri
HATIKUPERCAYA.com - Banyak orang tidak menyukai dirinya, mereka selalu melihat pada apa yang kurang pada dirinya sehingga lupa pada kelebihan-kelebihan mereka yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Banyak yang berpikir bahwa kita akan disukai jika kita menjadi orang kaya, segudang prestasi, tubuh yang proporsional dll. Itu pemikiran yang salah. Paris Hilton terlihat memiliki segalanya, namun tetap saja ada yang tidak suka padanya.

Kita disukai atau tidak, tidaklah ditentukan dari atribut-atribut yang kita miliki, tapi dari dalam diri kita sendiri. Jika kita menyukai diri kita, maka ini akan membuka pintu awal untuk orang lain bisa suka dengan kita.

Banyak orang yang menganggap dirinya tidak berharga, akibatnya mereka dengan mudahnya menerima diri disalahkan dan bergegas meminta maaf padahal mereka tidak melakukan kesalahan sama sekali. Mereka begitu takut kehilangan penerimaan dari orang lain. Mereka sering menyalahkan diri sendiri ketika orang lain tidak bahagia dan merasa merekalah yang harus bertanggung jawab untuk memenuhi semua tuntutan-tuntutan emosi dari orang lain.

Perasaan rendah diri umumnya bermula dari situasi-situasi di masa kecil kita. jika kita merasa kita telah mengecewakan orang-orang di sekitar kita pada masa kecil kita, terutama orang tua kita, kita cenderung akan menyalahkan diri dan merasa diri tidak memiliki kemampuan untuk bergaul dan berkompetisi dalam kehidupan layaknya orang-orang lainnya. Seberapa jauh kita merasa diri kita pantas disukai dan dicintai oleh orang lain adalah ukuran nilai penerimaan diri kita.

Pandangan bahwa kita “cacat” dan tidak pantas dicintai sebenarnya hanyalah bayangan yang kita buat atas diri kita sendiri. Semua orang di muka bumi ini akan sampai pada fase dimana mereka adalah pecundang dan tidak diterima oleh lingkungan. Ini sebenarnya fase wajar yang dialami setiap orang. Tidak ada yang spesial sehingga perlu dibesar-besarkan seolah masalah kita adalah kasus khusus.

Krisis citra diri ini cenderung membentuk sikap hati yang kesepian dan ingin diperhatikan oleh orang lain. Kita harus menyadari bahwa situasi-situasi sulit di keluarga kita pada saat kita kecil, seharusnya tidak menjadi patokan untuk kita menilai harga diri kita.

Sumber Artikel: HATIKUPERCAYA.com

 A-  A   A+   Rating:
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
 Max Karakter
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di bawah.
Klik disini untuk reload kode pengaman.
* Jika anda member Hatikupercaya.com, silahkan Login atau Register
Pembaca dapat mengirimkan komentar artikel terkait yang ditampilkan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Setiap komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Hatikupercaya.com akan menimbang setiap komentar yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menampilkan atau menghapus komentar tersebut.

Hatikupercaya.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
 
or
Username
Password