Refleksi Natal Kristiani Dan Komersialitas

Diposting oleh: Christian Hanggra | Sabtu, 24 Desember 2011, 09:50:02 WIB
Dibaca:3190Komentar:0
Label:
Share with:
Pernak - pernik Natal
Pernak - pernik Natal
HATIKUPERCAYA.com - Anda merayakan Natal? Anda dapat menghitungnya bukan? Namun, apakah Anda telah memberi makna yang tepat dalam setiap perayaan momen bersejarah itu? Jangan-jangan kita telah kehilangan makna Natal yang sejati!

Sebagai seorang anak kecil, datangnya Natal selalu ditunggu-tunggu. Mengapa begitu? Karena ketika Natal tiba akan mendapatkan sesuatu yang baru: baju baru dan barang-barang lain yang serba baru. Kala itu, bagi saya Natal identik dengan mendapatkan hadiah. Karena itulah selalu bermimpi-mimpi Natal segera tiba. Bila memungkinkan Natal dirayakan setiap hari agar hadiahnya makin melimpah.

Bagi aktivis gereja, Natal mungkin identik dengan kegiatan super. Akibatnya menjadi super sibuk. Latihan ini dan itu. Menghafal naskah drama. Latihan paduan suara dan sebagainya. Mal pun tidak ketinggalan menyambut Natal. Bagi mereka, Natal adalah mengumandangkan kidung Natal. Menjual aksesori-aksesori Natal. Gebyar Natal menggema memenuhi mal.

Bagaimana dengan pelaku bisnis? Bagi pebisnis biro perjalanan misalnya, Natal dikaitkan dengan ramainya perjalanan wisata. Banyak orang yang melakukan ziarah atau wisata rohani ke berbagai tempat. Yang bergerak dalam bisnis perhotelan mungkin memaknai Natal dengan banyaknya tamu hotel. Hotel dipenuhi para tamu yang sedang menjalankan ritual libur Natal. Lain lagi dengan para pekerja. Pekerja perusahaan mungkin saja memaknai Natal dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Maka benarlah kata seseorang, Natal memberi makna yang berbeda untuk orang yang berbeda.

Akan tetapi, pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah seandainya hal-hal di atas tidak ditemui dalam Natal, masihkah disebut Natal? Masih adakah makna Natal tanpa embel-embel tersebut? Masihkah disebut Natal tanpa menerima SMS atau kartu Natal? Masihkah disebut Natal tanpa lagu Malam Kudus atau pohon terang?

Saat ini natal telah menjadi industri yang menguntungkan bagi banyak orang. Banyak orang Kristen yang merayakan natal dan menyambut natal bukanlah menyambut bayi Yesus, menunggu-nunggu kedatangan Yesus, mempersiapkan kelahiran Yesus, melainkan orang hanya menyambut hari natalnya. Natal di sambut dengan gegap gempita dan komersialisasi natal di lakukan oleh banyak pengusaha (orang Kristen juga mungkin) dengan menjual banyak produk yang berkaitan dengan natal ini. Ada yang menjual mainan, pernik-pernik natal, lagu-lagu natal, kartu nalal dll. Itulah industri natal, itulah globalisasi natal. Apakah yang kita persiapkan menjelang natal tiba? Yah, kita cenderung mempersiapkan atribut-atribut natal, simbol-simbol natal, fenomena natal agar kelihatan fenomenal. Padahal, ada banyak orang Kristen merayakan natal tidak lagi menyanyikan lagu-lagu natal. Ada persekutuan atau gereja yang hanya menyanyikan lagu malam kudus sebagai lagu natal, namun sisanya lagu-lagu umum biasa. Ada gereja/persekutuan yang tidak lagi memberitakan Kristus dalam kotbah natal. Itukah natal?

Natal 2000 tahun yang lalu dipersiapkan dengan sangat rapi, baik dan jauh-jauh hari. Ribuan tahun sebelum Yesus lahir para nabi telah bersiap-siap menyambut hari "H" itu tiba. Setahun sebelum natal malaikat Tuhan sudah di utus untuk mempersiapkan natal kepada Maria, Yusus, Elisabeth dll. Sebelum natal malaikat Tuhan datang kepada para gembala dan orang majus, mereka memyanyikan pujian natal.

Natal 2000 tahun lalu bukanlah industri yang canggih dengan pameran lampu-lampu bagus, baju-baju indah, kembang api dan terompet yang semarak. Natal 2000 tahun lalu merupakan "pameran" kilauan sinar wajah para malaikat, dengan baju jelek dan bau para gembala, dan dengan sinar bintang yang bercahaya di langit.

Natal berarti yang tidak terbatas rela menjadi terbatas, yang maha tinggi rela turun ke dunia, yang tidak berdosa rela dijadikan manusia yang menanggung dosa umatNya. Itulah Kristus. Natal berarti Kristus. Biarlah kita merayakan kehadiran Kristus ke dalam dunia, bukan sekedar merayakan hari natalnya. Natal bukanlah industri malainkan Kristology.

Saya ingin mengajak semua umat Kristiani merayakan Natal tahun ini dengan hati yang berterima kasih atas hadiah yang terbesar dari Tuhan, Juru Selamat Isa Al-Masih. Begitu besar kasih Tuhan pada hari Natal ini. Keselamatan ini tersedia untuk semua orang yang menaruh kepercayaan kepada Isa Al-Masih.

Selamat Hari Natal dan Selamat Tahun Baru!

Anda juga ingin membaca:
Sumber Artikel: HATIKUPERCAYA.com

 A-  A   A+   Rating:
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
 Max Karakter
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di bawah.
Klik disini untuk reload kode pengaman.
* Jika anda member Hatikupercaya.com, silahkan Login atau Register
Pembaca dapat mengirimkan komentar artikel terkait yang ditampilkan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Setiap komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Hatikupercaya.com akan menimbang setiap komentar yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menampilkan atau menghapus komentar tersebut.

Hatikupercaya.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
 
or
Username
Password