Pilihan Hidup Dan Nasib Sang Anak Kembar

Diposting oleh: Friska Hanggra | Rabu, 19 Desember 2012, 10:10:21 WIB
Dibaca:1918Komentar:0
Label: , , , ,
Share with:
Sepasang anak kembar
Sepasang anak kembar
HATIKUPERCAYA.com - Rolando dan Ronaldo adalah sepasang anak kembar yang terlahir dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang penjudi, dan ayahnya adalah juga penjudi dan pemabuk. Ibu mereka lebih dahulu meninggal pada saat bayi kembar ini lahir.

Sang Ayah yang kemudian merawat mereka dan kemudian menyekolahkan mereka, sampai pada akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Karena tidak memiliki keluarga yg bersedia menampung ke dua anak kembar ini, akhirnya mereka tinggal di sebuah panti asuhan yg berbeda. Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar ini sempat menghiasi koran tempat lahir mereka di negara Mexico.

Empat puluh tahun kemudian setelah perpisahan tersebut, seorang pemimpin redaksi surat kabar ternyata ingin mengetahui keberadaan kedua anak kembar tersebut dan kemudian mengutus team wartawan mereka untuk melakukan pencarian data.

Mereka menemukan Rolando sedang berada dalam sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya memiliki kebiasaan berhari-hari tidak mandi. Kemudian mereka pun mewawancarai Rolando, dan bertanya mengapa dia sampai begini? Rolando sambil menunjukkan kekesalannya berteriak...

“Aku begini karena ayahku!!! Apa yang bisa diharapkan dari ayah pemabuk?? Yach Inilah aku, seorang pemabuk juga. Buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya!!” teriaknya.

Sementara wartawan yang lain juga telah menemukan Ronaldo, dia berada di Mexico City sebagai seorang Direktur sebuah konsorsium internasional yang memiliki keluarga mapan dan bahagia. Mereka mewawancarainya, dan bertanya kepadanya, apa yang menjadi motivasinya sehingga dia bisa menjadi seorang yang berhasil dan sehebat ini.

Jawaban Ronaldo memiliki persfektif yang bertolak belakang dengan Rolando meskipun dengan objek pembicaaran yang sama, yaitu ayah mereka. Ronaldo berkata bahwa alasan utama keberhasilannya adalah Ayahnya.

“Ayahku dulu adalah seorang pemabuk dan penjudi, dan aku ingin membuktikan kalau aku bisa menjadi orang hebat walaupun lahir dari keluarga pemabuk dan penjudi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Mindset dan penilaian terhadap sebuah peristiwa dalam pikiran seseorang sangat menentukan ke arah mana kehidupan yang sedang dijalani. Satu peristiwa menyakitkan dapat membunuh dan menghancurkan hidup dan masa depan seseorang jika dilihat dari persfektif negatif, namun sebuah peristiwa tragis juga dapat dijadikan sebuah refleksi dan batu loncatan untuk mengubah arah hidup dan meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

Dalam menghadapi problema kehidupan, apakah seseorang melihat hidupnya dari sisi negatif atau sebaliknya dari sisi yang positif, tentu hasilnya akan berbeda dan bertolak belakang, oleh karena itu harus mengambil pilihan dengan bijaksana.

Iya, hidup ini adalah pilihan... seperti kata Albert Camus : “Hidup adalah kumpulan dari pilihan-pilihan hidup.” Selamat memilih, salam sukses.

Life is all about choices... Good or Bad... Right or Wrong... Your destiny will unfold according to the choices you make.

Sumber Artikel: Berbagai Sumber

 A-  A   A+   Rating:
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
 Max Karakter
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di bawah.
Klik disini untuk reload kode pengaman.
* Jika anda member Hatikupercaya.com, silahkan Login atau Register
Pembaca dapat mengirimkan komentar artikel terkait yang ditampilkan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Setiap komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Hatikupercaya.com akan menimbang setiap komentar yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menampilkan atau menghapus komentar tersebut.

Hatikupercaya.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
 
or
Username
Password