Mengatasi Kritik

Diposting oleh: Wijaya Saputra | Kamis, 25 Agustus 2011, 21:15:46 WIB
Dibaca:915Komentar:1
Label:
Share with:
Seorang atasan sedang memarahi karyawannya
Seorang atasan sedang memarahi karyawannya
HATIKUPERCAYA.com - Kita masing-masing akan mengalami saat-saat kita dikritik, kadang-kadang dengan adil, tetapi lebih sering tidak adil, yang menciptakan stress dalam hati dan pikiran kita serta ketegangan dalam hubungan-hubungan kita. Biasanya, para pengkritik tidak berminat untuk menolong kita, mereka hanya berusaha menyeret kita jatuh.

Tentu saja, kritik yang membangun bisa sangat membantu. Suatu pendapat yang penuh dengan wawasan bisa menjadi solusi di bidang dimana kita membutuhkan perbaikan. Sayangnya, sebagian besar kritik tidak dimaksudkan untuk membangun orang lain, malah sebaliknya. Kritik tersebut tidak diberikan dengan semangat untuk memberkati, tetapi lebih sering disajikan dengan sengatan yang disengaja. Kritik yang paling menyakitkan sering tidak layak diterima dan tidak adil. Kritik seperti itu lebih merupakan cermin dari pengkritiknya dibanding orang yang dikritik.

Kritik, sering didasarkan pada kecemburuan, ada semacam semangat persaingan. Bahwa kita menginginkan apa yang dimiliki oleh orang lain. Kita berusaha menutupi rasa tidak aman kita sendiri dengan bersikap suka mengkritik, pedas, sinis terhadap orang lain.

Semakin berhasil kita, semakin banyak kritik yang akan kita jumpai. Sayangnya, tidak semua orang akan merayakan keberhasilan kita bersama kita. Bagi beberapa orang, keberhasilan kita malah merangsang kecemburuan dan kritis, bukannya penghargaan dan pujian.

Inilah kunci untuk mengatasi kritik : Jangan memasukkannya ke dalam hati. Sering, itu bahkan bukan tentang kita, walaupun itu mungkin diarahkan kepada kita. Jika pengkritik itu tidak sedang menghancurkan kita, ia akan mengeluh tentang orang lain. Sesuatu yang ada dalam diri orang itulah yang menyerang orang lain.

Cara kita mengatasi kritik adalah dengan tidak mengizinkan diri kita membalas dendam atau bahkan memikirkan sesuatu sikap yang ingin membalas dendam. Jangan sampai kita ikut tenggelam ke level mereka dan mengikuti kebiasaan mereka. Jangan mempertahakan diri atau berusaha membuktikan bahwa kita benar dan pengkritik kita salah. Tidak, cara kita mengalahkan seorang pengkritik adalah dengan mengebaskannya dan terus maju. Tetap pusatkan perhatian pada sasaran kita dan lakukanlah apa yang kita percaya Tuhan ingin kita lakukan.

Belajarlah untuk merayakan kemenangan orang lain. Biarkanlah keberhasilan mereka menginspirasi kita. Ketahuilah bahwa jika Tuhan melakukan sesuatu yang begitu mengagumkan bagi mereka, Ia tentu bisa melakukannya bagi kita juga.

Sumber Artikel: HATIKUPERCAYA.com

 A-  A   A+   Rating:
Komentar
Kirim Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
 Max Karakter
* Jika anda member Hatikupercaya.com, silahkan Login atau Register
Pembaca dapat mengirimkan komentar artikel terkait yang ditampilkan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Setiap komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Hatikupercaya.com akan menimbang setiap komentar yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menampilkan atau menghapus komentar tersebut.

Hatikupercaya.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
 
or
Username
Password