Karakter Rajin Walt Disney

Diposting oleh: Christian Hanggra | Selasa, 30 Agustus 2011, 20:40:32 WIB
Dibaca:867Komentar:0
Label:
Share with:
Walt Disney sedang mengambar karakter micky mouse
Walt Disney sedang mengambar karakter micky mouse
HATIKUPERCAYA.com - Walter Elias Disney dilahirkan di Chicago pada 5 Desember 1901. Kehidupan keluarga Disney berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Pada tahun 1906 keluarga Disney pindah ke kota Marceline, Missouri, di tanah pertanian yang baru dibelinya. Walt Disney kecil menyukai kehidupan di daerah baru tersebut. Tempat itu juga membangkitkan rasa sayangnya kepada binatang-binatang yang hidup di sekitarnya, seperti bebek, tikus dan anjing.

Namun kehidupan Walt Disney yang membahagiakan itu tidak bisa dinikmati lama. Kegagalan panen yang berturut-turut membuat Elias Disney, ayah Walt Disney, harus menjual ladang pertaniannya dan membeli sebuah perusahaan koran setempat yang kecil. Untuk menghema gaji karyawan, Elias mempekerjakan anaknya, Walt Disney dan kakaknya, Ray, tanpa biaya.

Setiap pagi jam 4 pagi, Walt Disney dan Ray harus sudah bangun untuk menunggu kedatangan truk pengangkut. Sesudah itu mereka harus menjalankan tugas harian mengantarkan koran kepada para pelanggan di kota. Kadang-kadang orang menjumpai Walt berjalan dengan kelelahan dan gemetar kedinginan dengan beban yang dibawanya yang dua kali berat tubuhnya. Kadang saat cuaca begitu dingin memaksa Walt harus jongkok di sudut jalan, sekedar menghangatkan dirinya.

Seringkali Walt Disney berpikir, "Apakah untuk hidup di dunia ini, orang harus bekerja mati-matian sebagai budak dengan upah yang hanya cukup untuk sekedar bisa bertahan hidup. Tidak adakah jalan lain untuk hidup?"

Bila Walt mengantarkan koran kepada pelanggannya yang kebanyakan orang kaya di kota, maka Walt Disney mulai berpikir lagi, "Mengapa mereka bisa hidup mewah, mengapa mereka bisa hidup kaya, sementara dirinya hidup dalam kekurangan."

Hal itu akhirnya melahirkan sebuah pelajaran dalam hidup Walt Disney, bahwa hidup adalah sebuah pilihan, hidup adalah keputusan, apakah mau kaya atau miskin tergantung pada keputusan dan tindakan kita sepenuhnya. Atas dasar pemikiran itulah maka setelah beranjak dewasa Walt Disney memutuskan untuk bekerja lebih keras lagi. Walt Disney masuk ketentaraan, karena ia berpikir dengan menjadi tentara akan membuatnya lebih kaya daripada menjadi pengantar koran.

Walt Disney belajar satu prinsip hidup seperti yang dikatakan orang bijak bahwa orang yang rajin akan menjadi kaya, tapi barangsiapa malas maka kemiskinan akan menyerbu seperti orang bersenjata. Jadi kalau mau sukses, kaya, memang harus bekerja dengan rajin, Maka Walt mulai bekerja dengan rajin. Jadi sebenarnya tidak ada nasib, dimana orang ditentukan untuk menjadi miskin atau menjadi kaya, karena Tuhan pada dasarnya adil, semua orang berhak untuk sukses, berhasil, menjadi kaya dan bahagia. Barangsiapa rajin, maka ia akan menjadi kaya.

Bahkan orang bijak memberi nasihat: "Lihatlah semut yang begitu rajin bekerja mengumpulkan makanan di dalam sarangnya sehingga pada masa-masa tidak ada makanan di luar, mereka sudah memiliki tumpukan makanan di dalam sarangnya." Seharusnya manusia lebih mulia dari semut, tetapi kadangkala manusia malas, makanya ia harus belajar dari semut. Karena itu, jadilah bijaksana, bekerja dengan rajin untuk hidup sukses, kaya dan bahagia.

Sumber Artikel: Jarot Wijanarko (Inspirasi Blog)

 A-  A   A+   Rating:
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
 Max Karakter
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di bawah.
Klik disini untuk reload kode pengaman.
* Jika anda member Hatikupercaya.com, silahkan Login atau Register
Pembaca dapat mengirimkan komentar artikel terkait yang ditampilkan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Setiap komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Hatikupercaya.com akan menimbang setiap komentar yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menampilkan atau menghapus komentar tersebut.

Hatikupercaya.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
 
or
Username
Password