Cantik Wajahnya Tak Secantik Nasibnya

Diposting oleh: Christian Hanggra | Minggu, 16 Juni 2013, 17:08:46 WIB
Dibaca:6619Komentar:3
Label: , , ,
Share with:
Lukisan seorang gadis desa
Lukisan seorang gadis desa
HATIKUPERCAYA.com - Bukan memiliki wajah cantik yang akan menjadikan hidup lebih indah, tetapi memiliki hati yang cantik sungguh akan membuat jalan hidup ini menjadi lebih indah... Sebut saja namanya Pipit! Seorang gadis yang bukan hanya cantik, tapi putih, manis, dan seksi. Boleh dibilang Pipit adalah seorang gadis yang menjadi kembang di desanya.

Rasanya tidak ada pria yang tidak tertarik untuk memandanginya dan ingin memilikinya, kecuali matanya sudah juling atau kehilangan selera pada wanita. Tak kecuali aku yang seringkali sengaja mencari tempat yang nyaman untuk melihatnya saat Pipit pulang sekolah. Biasalah naluri seorang lelaki yang masih muda, pasti suka melihat yang cantik dan seksi.

Dari berbagai sumber yang aku mendapatkan informasi akurat, ternyata Pipit memang banyak yang mengincar. Dari pemuda biasa, seperti aku ini sampai lurah. Tak jarang aku melihatnya pulang diantar seorang pemuda dengan mobilnya. Lama kelamaan aku sadar diri dan mengundurkan diri, karena para pesaingnya yang begitu berat. Apalagi aku yakin, pasti yang berduit akan menjadi pemenangnya.

Setelah itu aku dengar ia telah dipersunting seorang pemuda yang cukup berada. Namun sayang rumah tangga mereka tak bertahan lama. Perceraian adalah menjadi pilihan Pipit dan pasangannya. Namun Pipit sepertinya tak perlu berlama menjanda. Walaupun menjadi janda minat para lelaki tak surut untuk mendapatkannya. Setelah itu, Pipit kemudian dipinang seorang pengusaha kaya asal Medan. Sayang memang Pipit tak bisa lama menikmati kemewahan, karena tak lama kemudian usaha suaminya bangkrut.

Terakhir kali saat aku berkunjung ke desanya karena suatu keperluan, aku secara kebetulan masih sempat melihat Pipit berjalan sambil menggendong buat hatinya. Aku yakin, pasti ia tak mengenaliku lagi, namun aku jelas belum bisa melupakannya. Dengan jelas aku dapat mengamati keadaannya. Sungguh jauh berbeda keadaannya, aku melihat wajahnya terlihat lebih tua dari usianya. Penampilannya pun sungguh sederhana tak beda dengan ibu-ibu muda di desa.

Aku yakin, Pipit pasti tidak akan membayangkan bahwa keadaan hidupnya akan begini ceritanya. Aku sendiri juga tidak berpikir nasib Pipit aku begitu ceritanya selanjutnya. Sebab dengan keistimewaan yang dimilikinya aku berpikir ia dapat memilih yang terbaik untuk hidupnya. Sebab tersedia begitu banyak pilihan baginya untuk memilih. Sebenarnya Pipit telah memilih yang terbaik baginya, tetapi nasib kemudian yang berbicara lain. Nasibnya tak semanis dan seindah dengan wajah yang dimilikinya.

Aku percaya, Pipit hanyalah salah satu wanita cantik di atas bumi ini yang mengalami nasib tak secantik wajahnya. Mungkin ada yang lebih tragis lagi dari yang dialami Pipit. Memiliki wajah cantik, tetapi selalu tertimpa nasib buruk. Lalu aku hanya bisa menghela dan sejenak mengingatkan diri, sesungguhnya bagaimanapun keadaan diriku, yang penting aku harus bisa bersyukur dengan hati yang cantik dan indah!

Orang itu seperti jendela kaca yang berwarna. Mereka berkilauan dan bersinar saat ada matahari, tapi saat kegelapan datang, kecantikan mereka yang sesungguhnya hanya bisa dimunculkan jika ada sinar yang menerangi dari dalam.


Sumber Artikel: Berbagai Sumber

 A-  A   A+   Rating:
Komentar
  • 0 0
    anon666
    Senin, 21 Maret 2016, 17:06:09 WIB

    Selamat anda kena hack!!! hahahahaaha!!!!

  • 0 0
    anon666
    Senin, 21 Maret 2016, 17:03:47 WIB
  • 0 0
    Anon666
    Senin, 21 Maret 2016, 17:02:18 WIB
     
or
Username
Password